5.3.12

(sedikit) istilah dalam bola basket


Terkadang kita sering menyebut istilah-istilah dalam bola basket tetapi kita tidak mengetahui artinya, istilah-istilah dalam basket dapat berfrungsi sebagai alat komunikasi dalam latihan antara pelatih dengan pemain dan sesama pemain. Di sini saya akan memberikan beberapa istilah-istilah dalam basket yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kita terutama bagi pemula yang hobi akan olahraga basket, istilah-istilah tersebut adalah sebagai berikut :
1. fundamentals : Dasar-dasar
2. Drills : Latihan yang dilakukan berulang-ulang
3. Passing : Lemparan bola (operan)
4. Passing : drills Latihan lemparan bola berulang-ulang
5. Passing games : Latihan lempar tangkap
6. Shooting : Lemparan kekeranjang
7. Long shoot : Tembakan dari jarak jauh
8. Medium shoot : Tembakan dari jarak sedang
9. Total shoot : Hasil dari seluruh tembakan
10. Free throw : Lemparan bebas
11. Short shoot : Tembakan dari jarak dekat
12. Jump shoot : Lemparan / tembakan sambil melompat
13. Jump ball : Bola lompat untuk awal pertandingan 
14. Jump pass : Lemparan sambil melompat
15. Jumping jack : Berlompat bertumpu pada dua kaki, kedua tangan dibelakang kepala
16. Field goal attemted : Berlompat bertumpu pada dua kaki, kedua tangan dibelakang kepala
17. Field goals made : Tembakan berhasil
18. Field goals percentage : Persentase tembakan lapangan
19. Warm up : Pemanasan
20. Foot work : Gerakan olah kaki
21. Streeching : Perenggangan / penguluran otot
22. Change of pace : Perubahan langkah
23. Change of direction : Perubahan arah lari
24. Half court : Setengah lapangan
25. Full court : Lapangan penuh
26. Turn over : Bola berpindah lawan bukan karena tembakan
27. Transition : Perubahan dari menyerang ke bertahan atau sebaliknya
28. Trap : Jebakan
29. Help : Pertolongan
30. Wing : Sayap
31. Forward : Pemain penyerang
32. Guard : Pemain bertahan
33. Poin guard : Pemain pengatur serangan
34. Playmaker : Pemain pengatur serangan
35. Post : Pemain poros
36. Low post : Posisi pemain poros disamping bawah basket
37. High post : Posisi pemain poros digaris tembakan
38. Side post : Posisi pemain poros disamping garis tembakan hukuman
39. Side line : Posisi pemain poros disamping garis tembakan hukuman
40. Base line : Garis belakang
41. Middle line : Garis tengah lapangan
42. Back court : Daerah belakang lapangan
43. Front court : Daerah depan lapangan
44. Strong side : Daerah sering dimana bola berada
45. Weak side : Daerah serang tanpa bola
46. Pivot : Melangkah kesegala arah dengan bertumpu pada satu kaki sebagai Poros 
47. Post man : Pemain yang berfungsi sebagai poros
48. Block out : Bendungan bola yang keluar
49. Screen : Menutupi jalan lawan sehingga temannya bebas bergerak
50. Intercept : Memotong jalan bola
51. Stealing the ball : Men-tip bola untuk dikuasai
52. Assist : Umpan kepada temannya untuk membuat poin
53. Rebound : Memantulkan bola kepapan pantul
54. Dribbling : Menggiring bola
55. Double dribble : pelanggaran menggiring bola dengan dua tangan
56. Lost ball : Bola lepas kendali
57. Personal foul : Kesalahan perorangan
58. Walking : Kesalahan melangkah dengan membawa bola
59. Zone defense : Pertahanan daerah
60. Man to man defense : Pertahanan 1 lawan 1 dengan tugas khusus setiap pemain menjaga
61. Small forward : Pemain yang memiliki kemampuan menembak dari lapangan bagian samping
62. Outlet pass : operan awal ke samping pada waktu melakukan serangan kilat
63. The trailer : Pemain yang mengikuti jejak pada waktu serangan kilat
64. Back door : gerakan bolak-balik untuk menghindari penjagaan lawan
65. Ball handler : Pemain yang bisa mendribel bola dari daerah pertahanan kedaerah penyerangan dan memprakarsai penyerangan
66. Blocking : usaha menghalangi pergerakan lawan
67. Full court press : Tekanan ke seluruh lapangan
68. Give and go : Beri dan pergi
69. Key hole : Garis tembakan hukuman dan lingkaran
70. Disqualified player : Pemain yang didiskualifikasi dan harus keluar dari arena pertandingan
71. Throw in : Lemparan kedalam
72. Approach stop : Langkah pendekatan
73. Lateral glide step : Langkah melengser pada sisinya
74. Retreat step : Langkah mundur
75. Stutter step : Langkah tipu
76. Triple treath position : Adegan pemain yang menguasai bola dengan cara salah satu kakinya berada didepan kaki lainnya, sehingga mempunyai tiga kemungkinan menemba, menerobos kearah basket atau mengoper bola kepada temannya. Adegan ini bisa disebut triguna/trifungsi. 

2.3.12

Mitos Lemak yang Menyesatkan


Lemak sering kali dituding sebagai "biang keladi" obesitas serta berbagai jenis penyakit berbahaya lainnya. Akibatnya, kian hari kian banyak saja perempuan yang menyingkirkan lemak dari menu sehari-hari. Padahal, beberapa di antara pernyataan buruk tentang lemak itu hanyalah mitos yang menyesatkan.
Berikut adalah 7 mitos lemak yang menyesatkan, seperti yang dimuat di kompas.com:


Mitos 1: Jangan minum susu kalau mau kurus
Tubuh kita membutuhkan protein, vitamin (A dan D), mineral, dan suplai energi yang terkandung di dalam susu. Susu juga amat baik karena kandungan kalsium yang tinggi (116-290 mg kalsium per 100 gram susu). Kekurangan kalsium akan membuat Anda rentan terserang osteoporosis dan kekurangan produksi hormon yang bisa membantu mengurai lemak di dalam tubuh.


Tip: Minumlah susu 1-2 kali sehari 
Perempuan berusia di bawah 30 tahun masih boleh mengonsumsi susu full cream. Susu low fat ataupun nonfat adalah pilihan terbaik bagi yang usianya di atas 30 tahun.


Mitos 2: Alpukat adalah jenis "buah terlarang"
Lemak di dalam alpukat adalah asam lemak omega-9, jenis lemak baik yang justru mampu menekan kadar kolesterol jahal (LDL). Avokad juga kaya serat sehingga bisa menyerap kelebihan LDL dan membuangnya bersama sisa-sisa pembakaran. Avokad pun kaya kalium yang berkhasiat menstabilkan debar jantung dan tekanan darah serta memelihara kesehatan sistem saraf. Juga kaya vitamin E dan B yang penting untuk menjaga kesehatan kulit, mencegah penuaan dini, dan memperkuat imunitas tubuh.


Tip: Santap avokad tanpa tambahan dressing, seperti susu, cokelat, ataupun gula. Avokad juga lezat dinikmati sebagai pengganti mentega atau butter untuk melapisi roti.


Mitos 3: Mentega lebih baik daripada minyak goreng
Mentega terbuat dari krim susu sehingga kandungan kolesterol di dalamnya justru lebih tinggi dibandingkan minyak goreng. Terlebih, minyak goreng yang terbuat dari bahan nabati, seperti minyak zaitun, minyak kanola, atau minyak wijen. Meski minyak goreng nabati mengandung lebih banyak lemak dibandingkan mentega, sebagian besar kandungan lemak yang terdapat di dalamnya tergolong lemak "baik" yang mudah diuraikan tubuh.


Tip: Hindari memproses makanan dengan cara digoreng dan pilihlah makanan yang direbus, dikukus, atau ditumis. Jika terpaksa mesti menggoreng, pilihlah jenis minyak nabati.


Mitos 4: Banyak-banyak makan telur itu aman
Memang banyak olahragawan yang makan telur banyak-banyak demi mendapatkan tubuh berotot. Tapi, mereka punya panduan diet yang membatasi jumlah konsumsi telur dan mengimbanginya dengan asupan nutrisi lain. Telur memang mengandung banyak zat gizi, seperti vitamin B-kompleks, asam amino esensial, seperti mineral (besi, fosfor, dan kalsium). Namun, selain kaya gizi, kandungan kolesterol di dalam kuning telur amat tinggi sehingga konsumsinya harus dibatasi.


Tip: Batasi makan telur menjadi 2 butir per minggu. Bersama telur, konsumsilah sayur-sayuran yang kaya vitamin A, D, E, dan K, seperti wortel dan tauge, untuk membantu melarutkan lemak.


Mitos 5: Pantang makan daging bikin tubuh langsing
Daging adalah bahan pangan yang kaya protein serta asam amino esensial yang penting bagi tubuh. Di dalam daging ikan terkandung asam lemak omega-3 yang berguna mencegah penyakit jantung serta omega-6 yang mampu meningkatkan pembakaran energi dalam tubuh, mengatasi retensi (penarikan air dalam tubuh) dan penyakit jantung koroner.


Tip: Perbanyak konsumsi ikan dibandingkan daging sapi dan ayam. Buang kulit dan bagian yang berlemak. Jika ingin menyantap steak, hindari steak prime rib atau T-bone yang banyak lemak.


Mitos 6: Doyan es krim bikin badan melar
Es krim yang berbahan dasar susu memang mengandung lemak dan kolesterol dalam jumlah bervariasi. Tetapi, jangan lupa, di dalam setiap jenis makanan terdapat zat gizi yang baik dan buruk bagi tubuh. Selain lemak dan kolesterol, es krim juga mengandung banyak sekali mineral (kalsium, magnesium, natrium, kalium, besi, seng, dan iodium), protein, serta vitamin A, B, D, dan E. Kalsium malah mampu meningkatkan produksi hormon yang bertugas menguraikan lemak dalam tubuh.


Tip: Pilih es krim rendah lemak, sorbet, ataupun gelato. Lebih baik lagi, nikmatilah es krim dengan dicampur beraneka macam potongan buah.


Mitos 7: Kacang-kacangan adalah camilan yang menggemukkan
Penelitian di Purdue University menyatakan, menyantap kacang-kacangan bisa mendatangkan rasa kenyang lebih lama dibandingkan camilan diet, seperti biskuit beras dalam jumlah sama. Lemak dalam kacang adalah omega-9, lemak "baik" yang mampu menurunkan level LDL. Kacang almon, hazelnut, dan walnut mengandung asam amino arginine yang mampu memperlebar pembuluh darah arteri dan menurunkan tekanan darah.


Tip: Menurut penelitian, mengemil kacang 5 kali seminggu masing-masing 1 bungkus kecil dapat menurunkan risiko serangan jantung sebesar 25-39 persen. Tapi, konsumsi kacang yang dipanggang, jangan yang digoreng.

Gangguan Makan Pada Atlet Gangguan Makan Pada Atlet

Keinginan untuk menang pada atlet menyebabkan banyak atlet menggunakan cara-cara ekstrem yang biasanya tanpa dasar ilmiah dan dapat membahayakan kinerja olahraga dengan risiko ketidak seimbangan gizi (kekurangan / kelebihan). Mahal dan hanya memberikan efek semu (placebo effect) serta cenderung menimbulkan ketergantungan. 

Gangguan makan sering ditemui pada atlet karena mereka terlalu mementingkan berat badan dan berkeinginan sangat keras untuk menang sehingga menjadi obsesi. Penggunaan suplemen gizi terutama vitamin adalah biasa di dunia olahraga. Ada yang menggunakan suplemen rotein, mikronutruen, bahkan ada yang mencoba menghindari semua lemak atau semua protein hewani.

Faktor-faktor apa yang menyebabkan atlet itu mempunyai gangguan perilaku makan? Biasanya disebabkan :

  • Nasihat dari pelatih atau orang tua
  • Ketakutan akan akibat buruk bila tidak dilakukan
  • Takhayul dan ketidaktahuan gizi
  • Kebiasaan
  • Meniru top atlet senior

Gangguan Makan

Gangguan makan dapat macam-macam tetapi terutama yang merupakan sindroma klinik anorexia nervosa dan bulimia nervosa yang mungkin ditemui dalam dunia olahraga, sedangkan pica dan ruminasi/ regurgitasi makanan tidak merupakan masalah dalam dunia olah raga.

Banyak atlet terutama atlet putri yang mempraktekkan pengongtrolan berat badan secara salah sehingga membahayakan. Biasan;ya hal ini ditemui pada atlet yang penampilannya perlu tampak ramping sangat sedikit tetapi berlatih bayak dan berat sehingga menjadi kurus sekali namun tetap ingin mempertahankan berat badan itu. Cara yang sering digunakan termasuk merangsang muntah, berpuasa, menggunakan diuretika atau obat pencahar. Menurut definisi Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders:.

Anorexia Nervosa:

  • Menolak mempertahankan berat badan minimal yang masih dianggap normal sesuai usia dan tinggi badan.
  • Sangat takut terhadap kegemukan meskipun berat badannya sudah kurang.
  • Orangnya mengeluh merasa gemuk meskipun sebenarnya sudah sangat kurus atau merasa bahwa suatu bagian tubuhnya terlihat gemuk.
  • Pada wanita minimal 3 kali berturut-turut tidak mendapat haid (wanita dianggap amenore bila haidnya hanya timbul setelah diberikan hormon).

Anorexia nervosa terutama ditemui pada wanita (sampai 95%) Mulainya biasanya pada waktu remaja, tetapi dapat pula sampai dewasa muda (usia 30-an). Ada kecenderungan pola keluarga dan mulainya sering berhubungan dengan keadaan stres.

Bulimia Nervosa

  • Pengulangan makan cepat, lahap dan banyak dalam waktu tertentu.
  • Perasaan kurang dapat mengontrol perilaku makan selama makan dengan lahap dan banyak itu.
  • Secara teratur orangnya akan memuntahkan kembali makanannya, menggunakan obat pencahar atau diretikum, berdiet ketat atau berpuasa, atau berlatih olahraga secara berat untuk mencegah kenaikan berat badan.
  • Minimal 2 kali seminggu dan paling sedikit selama 3 bulan makan lahap dan banyak tadi dilakukan.
  • Evaluasi diri sangat dipengaruhi perhatian berlebihan akan bentuk dan berat badan.

Umumnya orang tersebut makan dan memuntahkannya kembali secara sembunyi-sembunyi. Muntah menghilangkan rasa tidak enak perut sehingga bila mau, dia dapat melanjutkan lagi makannya. Biasanya bulimia mulainya juga pada waktu remaja atau dewasa muda. Orangtuanya sering obese dan pasien bulimia juga sering obese pada waktu remaja. Pasien bulimia dapat muntah 20 kali sehati atau lebih.

Akibat Kelainan Perilaku Makan
Akibat masukan makanan yang kurang adalah antara lain:
  • Defisiensi nutrien seperti anemia gizi
  • Berkurangnya massa otot dan menurunnya fungsi otot
  • Cadangan glikogen menurun.
  • Depresi
  • Toleransi terhadap hawa dingin menurun

Kelainan perilaku makan pada wanita dapat menyebabkan amenore yang dapat mengakibatkan menurunnya densitas tulang dan meningkatnya kelainan mineral tulang, merupakan trias penyakit/kelainan.

Pada atlet pria juga terjadi penekanan produksi hormon testosteron. Penggunaan obat pencahar, obat pengurusan badan, diuretikum, dan muntah-muntah dapat akibatkan gangguan elektrolit dan defisiensi mineral sehingga dapat timbul gangguan jantung dan saluran cerna seperti sembelit dan kembung.

Pertanda Anorexia Nervosa
  • Berat badan turun dengan hebat
  • Pikiran selalu mengenai makanan, kalori dan berat badan
  • Latihan berat dan tidak mengenal lelah
  • Perasaan yang berubah-ubah
  • Menghindari pertemuan dimana disediakan makanan
  • Tiba-tiba memutuskan untuk tidak makan daging berwarna merah
  • Mengklasifikasi makanan dalam makanan yang dianggap baik dan makanan yang tidak baik.

Tetapi harus diingat bahwa tanda-tanda itu dapat pula timbul tanpa merupakan pertanda anorexia nervosa.

Pertanda Bulimia Nervosa
  • Penurunan atau kenaikan berat badan yang berarti
  • Sangat takut terhadap kenaikan berat badan.
  • Segera pergi ke kamar mandi setelah selesai makan.
  • Depresif/perasaan tertekan.
  • Diet ketat diikuti makan banyak dan lahap.
  • Sangat kritis terhadap ukuran dan bentuk tubuh.

Pengobatan
Dalam tahap awal gangguan makan, mungkin sebelum haid tidak teratur atau sebelum berat badan turun dengan hebat, pendidikan gizi saja mungkin sudah cukup untuk mencegah manifestasi klinik anorexia nervosa.
Sebagai pengobatan diperlukan:
- Pengobatan medik
- Pengobatan dietetik
- Pengobatan psikologik

Pada keadaan komplikasi berat atau ada usaha bunuh diri, makan pasien perlu dirawat:

Pada bulimia nervosa diperlukan pendidikan gizi untuk:
1. Menghilangkan faktor dietetik yang dapat memicu makan banyak dan lahap
2. Usahakan pola makan normal/biasa.
3. Ubah sikap abnormal tentang makanan, berat badan dan diet.

Beberapa Jenis Gangguan Makan Pada Atlet

1. Vegetarian

Banyak atlet menggunakan diet vegetarian, tak mau menggunakan bahan makanan hewani karena percaya diet vegetarian lebih menyehatkan, memberikan lebih banyak energi dan tidak membuat gemuk. Ada atlet yang berusaha keras untuk tetap langsing seperti misalnya binaragawan, pelari, pesenam, penari dan atlet loncat indah. Umumnya atlet menghindari bahan makanan hewani tetapi tidak menggunakan bahan penggantinya. Boleh dikatakan mereka merupakan vegetarian jenis baru, bukan benar-benar vegetarian.

2. Terlalu banyak serat

Diet dengan serat sangat tinggi dapat sebabkan diare dan perut kembung dan mungkin sukar untuk memenuhi keperluan akan energi, selain serat dapat merupakan inhibitor untuk menyerapkan mikronutrien.

3. Menu rendah kalori

Diet rendah kalori itu (sangat rendah) biasanya tidak dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrition lainnya seperti besi, kalsium dan seng. Masukan energi yang rendah itu dapat pula mengakibatkan hilangnya kebugaran dan kinerja latihan. Hilangnya berat badan yang cepat pada diet rendah kalori disebabkan oleh menurunnya cadangan glikogen, hilangnya cairan dan hilangnya massa otot oleh glukoneogenesis.

Dengan demikian maka timbul risiko untuk turunnya kinerja disebabkan oleh cadangan energi yang tak cukup dan dalam jangka panjang akan terjadi penurunan kekuatan otot dan endurance akibat penurunan massa otot. Setelah beberapa waktu berat badan mungkin tidak turun lagi tetapi mungkin telah terjadi perubahan komposisi tubuh.

4. Mencampurkan bahan makanan
Ada kepercayaan yang beranggapan bahwa karbohidrat dan protein tidak dapat dicerna bersamaan sehingga tak boleh dimakan pada saat ;yang sama. Juga bahwa buah tak boleh dimakan bersama-sama dengan bahan makanan lainnya dan bahwa buah hanya boleh dimakan antara jam 4 pagi sampai tengah hari yaitu waktu yang dianggap untuk pembersihan tubuh.

Teori ini sebenarnya tak ada dasar ilmiahnya. Tetapi aplikasi teori ini berhasil karena banyaknya pantangan makanan sehingga masukan keseluruhannya, terutama lemak sangat rendah sehingga terjadi penurunan berat badan. Tetapi selain itu juga masukan besi, kalsium seng kurang dan pada atlet pantangan itu dapat pula mengakibatkan kekurangan karbohidrat dan protein.

5. Mencampurkan bahan makanan
Pada diet ini hanya diperbolehkan makan buah  dan kacang-kacangan pada tahap pembersihan butuh yaitu dari jam 4 pagi sampai tengah hari.

6. Mencampurkan bahan makanan
Biasanya produk ini digunakan terutama oleh orang yang ingin menurunkan berat badan dan atlet yang ingin meningkatkan massa otot, menurunkan lemak tubuh atau umumnya meningkatkan kekuatan dan kinerja olahraga. Tentang jamu itu dikatakan sebagai pembersih darah dan untuk mengobati alergi.

Banyak jamu itu mengandung diuretika dan obat pencahar. Sebenarnya bahan-bahan itu tak boleh digunakan atlet karena akan menyebabkan dehidrasi yang justru akan menurunkan kinerja olahraga.

7. Diet pengurusan : beberapa diet dapat mengakibatkan gangguan makan


Kesimpulan

1. Dalam menghadapi atlet harus diketahui bahwa diantara atlet dengan kelainan perilaku atau gangguan makan sering dijumpai vegetarian semu karena mereka bukan merupakan vegetarian benar berdasarkan agama. Jadi perlu diperiksa dan diketahui rasionalnya termasuk kepercayaan akan berbagai makanan untuk dapat memahami perilaku makannya yang salah. Penilaian berdasarkan DSM-III-R (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) dapat sangat bermanfaat untuk mendiagnosa gangguan makan yang tersembunyi.

2. Paling sukar adalah bila atletnya tidak mau menyadari keadaannya, pelatih tetap mau pertahankan berat badan yang rendah, atau bila berat badan sudah sangat rendah dan sudah ada efek sampingnya mis. Amenore. Mungkin kerjasama dengan psikolog diperlukan dalam penanganan kasus.

3. Pengetahuan tentang kerugian pola makan yang tidak adekuat dan berat badan/lemak tubuh yang tidak sesuai mungkin perlu diberikan juga kepada para orang tua dan pelatih:
  • Berat badan yang hilang terutama karena hilangnya jaringan otot
  • Latihan tidak akan memberikan efek dengan massa otot yang rendah
  • Cukup karbohidrat diperlukan untuk cadangan glikogen otot; masukan  yang tidak cuku akan membatasi hasil latihan
  • Gangguan makan dapat mengakibatkan amenore dan meningkatkan risiko hilangnya massa tulang dan timbulnya stress fracture.

4. Dalam menilai perilaku makan dapat digunakan DSM-III-R. Selain itu dapat pula diusahakan agar atlet yang telah didiagnosa menderita gangguan makan dapat bertemu dengan atlet yang mempunyai pola dan kebiasaan makan yang baik untuk menghilangkan kebingunan dan meyakinkan atlet nasihat yang mana yang benar.

5. Dalam memberikan pendidikan gizi perlu pula si pendidik menyadari bahwa sering atlet menggunakan suplemen makanan yang  dianggap menyehatkan dan dapat meningkatkan kinerja olahraga.

Oleh Johanna S.P. Rumawas

Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran
SEAMEO TropMed RCCN Universitas Indonesia

Pustaka Rujukan
1. Read RSD (1997), Eating disorders. Dalam : Wahlqvist M L (Edit), Food and Nujtrition, Australia, Asian and the Pacific, Allen & Unwin, Sydney. Hal 366 – 372
2. Slanton R. (1994), Dietary extermism and eating disorders in athletes. Dalam: Burke L and Deakin V (Edit), McGrow – Hill Book Co, Sydnys, Hal 285 – 306.
3. Wilmore J.H: Eating Weight disorders in the female athlete, Internal. J. Sport Nutrition, 1 (2) June 1991.

Mengenal Siklus "eM"


Ovum matang dilepas ovarium dan ditangkap rumbai-rumbai pada corong tuba fallopi. Jika ada sperma masuk, maka ovum dibuahi sperma. Ovum yang sudah dibuahi membentuk zigot, kemudian zigot bergerak menuju rahim. Jika ovum tidak dibuahi sperma, jaringan dalam dinding rahim yang telah menebal dan banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh sehingga terjadi menstruasi.

Menstruasi disebut juga haid merupakan pendarahan yang terjadi akibat luruhnya dinding sebelah dalam rahim (endometrium) yang banyak mengandung pembuluh darah. Lapisan endometrium dipersiapkan untuk menerima pelekatan embrio. Jika tidak terjadi pelekatan embrio, maka lapisan ini akan luruh, kemudian darah keluar melalui serviks dan vagina. Pendarahan ini terjadi secara periodik, jarak waktu antara menstruasi yang satu dengan menstruasi berikutnya dikenal dengan satu siklus menstruasi.

Siklus menstruasi wanita berbeda-beda, namun rata-rata berkisar 28 hari. Hari pertama menstruasi dinyatakan sebagai hari pertama siklus menstruasi. Siklus ini terdiri atas 4 fase, yaitu:

1. Fase menstruasi
Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormon esterogen dan progesteron. Turunnya kadar esterogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium yang disertai robek dan luruhnya endometrium, sehingga terjadi pendarahan. Fase menstruasi ini berlangsung kurang lebih 5 hari. Darah yang keluar selama menstruasi berkisar antara 50-150 mili liter.

2. Fase pra-ovulasi
Fase pra-ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi. Apa yang terjadi pada fase ini? Hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu hipofise untuk mengeluarkan FSH. FSH singkatan dari folikel stimulating hormon. FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan hormon esterogen. 
Adanya esterogen menyebabkan pembentukan kembali (poliferasi) dinding endometrium. Peningkatan kadar esterogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma.

3. Fase ovulasi
Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke 14. Peningkatan kadar esterogen menghambat pengeluaran FSH, kemudian hipofise mengeluarkan LH. LH singkatan dari luternizing hormon. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.

4. Fase pasca ovulasi
Fase ini berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Walaupun panjang siklus menstruasi berbeda-beda, fase pasca-ovulasi ini selalu sama yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Folikel de Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon esterogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. 

Progesteron mendukung kerja esterogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium serta mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. 

Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit mengeluarkan hormon, sehingga kadar progesteron dan esterogen menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.

cedera testis


Atlet atau pria aktif biasanya pernah mengalami rasa sakit atau nyeri di testis (buah zakar) saat sedang berlari atau olahraga. Kenapa bisa begitu? Secara anatomi, buah zakar alias testis sangat sensitif dan rentan terhadap cedera. Pelari atau atlet dapat berisiko tinggi mengalami ketegangan di selangkangan, trauma langsung atau luka lain yang dapat menyebabkan nyeri testis.

Nyeri testis bisa terjadi karena berbagai alasan, beberapa diantaranya tidak dapat diidentifikasikan. Meski sebagian besar kasus tidak serius, tapi nyeri testis kadang-kadang dapat menjadi bagian dari kondisi yang berbahaya. Penyebab nyeri testis saat berlari biasanya jinak dan tidak berbahaya. Penyebabnya bisa karena gerakan yang berlebihan atau cedera pangkal paha akibat pakaian yang tidak sesuai.

Dilansir dari Livestrong dan Mayoclinic, Minggu (1/5/2011), pada kasus yang lebih serius, nyeri testis saat berlari juga dapat disebabkan karena hernia. Nyeri testis juga dapat disebabkan karena masalah lain di dalam tubuh, seperti di ginjal atau perut. Dan pada kasus yang parah, nyeri pada testis tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi pertanda penyakit yang serius, antara lain:
  • Testis pecah
  • Batu ginjal
  • Orkitis (peradangan pada testis yang umumnya disebabkan oleh beberapa bakteri atau virus, seperti gondok, brucellosis dan PMS tertentu)
  • Spermatokel (disebabkan oleh kista yang tumbuh di epididimis, yaitu tabung melingkar yang terletak di belakang setiap testis)
  • Varikokel (varises yang terjadi pada testis)
  • Epididimitis (peradangan pada epididimis)
  • Hematokel (penumpukan darah pada rongga tubuh)
  • Torsi testis (keadaan yang mana saluran spermatika terpuntir sehingga terjadi gangguan dalam mendapatkan alirasn darah ke testis)
  • Kanker testis
  • Hernia inguinalis

Bagaimana mengatasinya?
Pada kasus yang ringan, agar tidak terjadi nyeri testis pada saat berlari sebaiknya kenakan pakaian keselamatan yang tepat dan dapat membantu mencegah sakit pada testis saat berlari. Pakaian pendukung biasanya terbuat dari bahan nilon atau mesh yang memungkinkan keringat menguap dan mencegah gerakan berlebihan yang dapat menyebabkan nyeri. Namun pada kasus yang parah seperti menunjukkan gejala lain seperti luka memar, bengkak atau perdaraha, maka sebaiknya segeralah mencari pertolongan medis.
Luka di testis seperti dilansir betterhealth.vic.gov.au, adalah luka yang paling nyeri. Karena daerah testis banyak saraf-saraf pembuluh darah yang sensitif. Cedera pada testis bisa membuat pria kesakitan luar biasa, pembengkakan buah zakar dan kadang sampai membuatnya mual muntah hingga pingsan. Cedera testis mengakibatkan pembekuan darah yang jika tidak bisa tertangani maka operasi adalah satu-satunya jalan untuk menghilangkan bekuan darah.
Luka pada testis juga bisa mengakibatkan 'kabel' spermatik terpelintir. 'Kabel' ini berisi saraf, pembuluh darah dan saluran yang membawa sperma dari testis ke penis. Luka serius pada testis harus ditangani dengan cepat untuk menyelamatkan kondisi testis agar aliran darah di testis segera pulih. Luka pada testis bisa saja mengganggu kesuburan, tapi jika hanya satu bola testis yang rusak maka masih bisa mengandalkan satu lagi buah zakar untuk produksi sperma. Namun laki-laki yang hanya punya satu bola testis memiliki risiko tinggi hanya punya jumlah sperma sedikit, kualitas sperma tidak baik dan penurunan kesuburan. Artinya, laki-laki yang hanya memiliki satu bola testis akan sulit atau bahkan tidak bisa memiliki keturunan. Karena testis ini sangat mudah cedera, maka disarankan untuk melindunginya dari faktor-faktor yang bisa membuatnya cedera seperti kecelakaan atau berhubungan seks yang tidak aman.



detikHealth



1.3.12

Tango 12




Setiap kali berlangsungnya perhelatan sepak bola, salah satu yang menjadi topik bahasan adalah jenis bola yang digunakan. tentu saja itu wajar karena bola adalah perlengkapan utama permainan sepak bola. Pemilihan bola dalam sebuah turnamen ditujukan sebagai penanda turnamen tersebut. Maka, tidak jarang bola yang dipilih diberi aksesori berupa gambar atau motif yang menyimbolkan perhelatan tersebut. Bisa diasosiasikan dengan event atau lokasi penyelenggaraannya.

Untuk penyelenggaraan Euro 2012 pada Mei mendatang, panitia menggunakan bola produk Adidas yang  diberi label Tango 12. Bola itu dibuat dengan mesin dan  tanpa jahitan. Bola tersebut diklaim sebagai bola paling bundar dan halus. Dengan karakteristik tersebut, Tango 12 akan lebih mudah mengalami spin saat ditendang. Keuntungannya, pemian akan lebih mudah menghasilkan tendangan pisang ala Roberto Carlos.

Tentu saja, yang diuntungkan adalah pemain-pemain spesialis bola mati. Juga tim yang suka menerapkan umpan-umpan panjang. Sebaliknya, penjaga gawang harus ekstrawaspada. Sebab, mereka akan lebih sulit memprediksi laju bola. Selain itu, Tango 12 memiliki tingkat pantulan yang lebih baik. Itu akan menjadi sedikit masalah bagi tim yang  memperagakan bola-bola pendek dengan passing cepat.

Meminimalkan cedera kepala
Tango 12 dibuat dengan karakteristik tadi juga atas pertimbangan keselamatan pemain. Terutama meminimalkan resiko cedera kepala dan leher. Bisa jadi, belum banyak yang menyadari bahwa bola menjadi salah satu penyebab cedera pemain sepak bola. Terutama cedera kepala dan leher.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 28%  penyebab terbesar cedera kepala atau lehar pemain sepak boala adalah kontak langsung dengan kepala lawan. Disusul benturan langsung kepala dengan bola saat pemain melakukan heading. Persentasenya mencapai 24%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa saat melakukan heading, kepala seorang pesepak bola menerima gaya atau mendapatkan beban yang setara dengan benda seberat 203,9 kilogram. Bisa dibayangkan, berat beban yang harus disanggah kepala dan leher saat pemain melakukan heading.

Besarnya gaya yang menghantam kepala saat heading tersebut dipengaruhi massa, tekanan, dan bentuk atau konstruk si bola. Selain itu, ada faktor eksternal, yaitu arah sundulan dan kecepatan bola. Karena faktor eksternal tidak mungkin dikendalikan, yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko cedera kepala dan leher karena menyundul bola adalah memperbaiki karakteristik bola yang digunakan.

Tango 12 yang dibuat tanpa jahitan memiliki tingkat penyerapan air yang kecil. Dengan demikian, bola tersebut lebih stabil dan tidak semakin berat saat terkena air. Bola seperti itu juga memberikan gaya ke pada kepala lebih sedikit jika diban dingkan dengan yang dijahit. Waktu kontak bola yang dicetak mesin juga lebih singkat daripada bola yang dijahit. Selain itu, karena tidak ada jahitan, impulse yang ditimbulkan saat bola berbenturan dengan kepala lebih lemah jika dibandingkan dengan bola yang dijahit.

Tiga faktor tersebut secara simultan mengurangi besarnya beban yang ditanggung kepala dan leher saat seorang pemain menyundul bola. Dengan demikian, risiko cedera kepala atau leher karena menyundul bola lebih rendah. Bola yang tidak dijahit juga memiliki massa, tekanan, dan daya serap terhadap air lebih rendah jika dibandingkan dengan boleh yang dijahit. Penurunan massa bola dan tekanan bola dapat menurunkan beban (gaya) yang berlaku saat menyundul bola.
Yang perlu diingat juga, penggunaan bola harus disesuaikan dengan usia pemain sepak bola. Karena seringnya benturan keras pada kepala (termasuk saat menyundul bola), dalam jangka lama itu bisa menurunkan kemampuan kognitif pemain yang bersangkutan.

Abdul Aziz Hakim SOr MOr.
Dosen Ilmu Keolahragaan Unesa

Serangan Umum 1 Maret 1949


Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secara secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Besar Soedirman, untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI - berarti juga Republik Indonesia - masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Soeharto pada waktu itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta.
Latar Belakang
Belanda terpaksa memperbanyak pos-pos disepanjang jalan-jalan besar yang menghubungkan kota-kota yang telah diduduki. Hal ini berarti kekuatan pasukan Belanda tersebar pada pos-pos kecil diseluruh daerah republik yang kini merupakan medan gerilya. Dalam keadaaan pasukan Belanda yang sudah terpencar-pencar, mulailah TNI melakukan serangan terhadap Belanda.Kurang lebih satu bulan setelah Agresi Militer Belanda II yang dilancarkan pada bulan Desember 1948, TNI mulai menyusun strategi guna melakukan pukulan balik terhadap tentara Belanda yang dimulai dengan memutuskan telepon, merusak jalan kereta api, menyerang konvoi Belanda, serta tindakan sabotase lainnya.
Sekitar awal Februari 1948 di perbatasan Jawa Timur, Letkol. dr. Wiliater Hutagalung - yang sejak September 1948 diangkat menjadi Perwira Teritorial dan ditugaskan untuk membentuk jaringan pesiapan gerilya di wilayah Divisi II dan III - bertemu dengan Panglima Besar Sudirman guna melaporkan mengenai resolusi Dewan Keamanan PBB dan penolakan Belanda terhadap resolusi tersebut dan melancarkan propaganda yang menyatakan bahwa Republik Indonesia sudah tidak ada lagi. Melalui Radio Rimba Raya, Panglima Besar Sudirman juga telah mendengar berita tersebut. Panglima Besar Sudirman menginstruksikan untuk memikirkan langkah-langkah yang harus diambil guna meng-counter propaganda Belanda.
Hutagalung yang membentuk jaringan di wilayah Divisi II dan III, dapat selalu berhubungan dengan Panglima Besar Sudirman, dan menjadi penghubung antara Panglima Besar Sudirman dengan Panglima Divisi II, Kolonel Gatot Subroto dan Panglima Divisi III, Kol. Bambang Sugeng. Selain itu, sebagai dokter spesialis paru, setiap ada kesempatan, ia juga ikut merawat Panglima Besar Sudirman yang saat itu menderita penyakit paru-paru. Setelah turun gunung, pada bulan September dan Oktober 1949, Hutagalung dan keluarga tinggal di Paviliun rumah Panglima Besar Sudirman di (dahulu) Jl. Widoro No. 10, Yogyakarta.
Pemikiran yang dikembangkan oleh Hutagalung adalah, perlu meyakinkan dunia internasional terutama Amerika Serikat dan Inggris, bahwa Negara Republik Indonesia masih kuat, ada pemerintahan (Pemerintah Darurat Republik Indonesia – PDRI), ada organisasi TNI dan ada tentaranya. Untuk membuktikan hal ini, maka untuk menembus isolasi, harus diadakan serangan spektakuler, yang tidak bisa disembunyikan oleh Belanda, dan harus diketahui oleh UNCI (United Nations Commission for Indonesia) dan wartawan-wartawan asing untuk disebarluaskan ke seluruh dunia. Untuk menyampaikan kepada UNCI dan para wartawan asing bahwa Negara Republik Indonesia masih ada, diperlukan pemuda-pemuda berseragam Tentara Nasional Indonesia, yang dapat berbahasa Inggris, Belanda atau Perancis. Panglima Besar Sudirman menyetujui gagasan tersebut dan menginstruksikan Hutagalung agar mengkoordinasikan pelaksanaan gagasan tersebut dengan Panglima Divisi II dan III.
Letkol. dr. Hutagalung masih tinggal beberapa hari guna membantu merawat Panglima Besar Sudirman, sebelum kembali ke markasnya di Gunung Sumbing. Sesuai tugas yang diberikan oleh Panglima Besar Sudirman, dalam rapat Pimpinan Tertinggi Militer dan Sipil di wilayah Gubernur Militer III, yang dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 1949 di markas yang terletak di lereng Gunung Sumbing. Selain Gubernur Militer/Panglima Divisi III Kol. Bambang Sugeng, dan Letkol Wiliater Hutagalung, juga hadir Komandan Wehrkreis II, Letkol. Sarbini Martodiharjo, dan pucuk pimpinan pemerintahan sipil, yaitu Gubernur Sipil, Mr. K.R.M.T. Wongsonegoro, Residen Banyumas R. Budiono, Residen Kedu Salamun, Bupati Banjarnegara R. A. Sumitro Kolopaking dan Bupati Sangidi.
Letkol Wiliater Hutagalung yang pada waktu itu juga sebagai penasihat Gubernur Militer III menyampaikan gagasan yang telah disetujui oleh Panglima Besar Sudirman, dan kemudian dibahas bersama-sama yaitu:
-    Serangan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Divisi III, yang melibatkan Wehrkreise I, II dan III,
-    Mengerahkan seluruh potensi militer dan sipil di bawah Gubernur Militer III,
-    Mengadakan serangan spektakuler terhadap satu kota besar di wilayah Divisi III,
-    Harus berkoordinasi dengan Divisi II agar memperoleh efek lebih besar,
-    Serangan tersebut harus diketahui dunia internasional, untuk itu perlu mendapat dukungan dari: Wakil Kepala Staf Angkatan Perang guna koordinasi dengan pemancar radio yang dimiliki oleh AURI dan Koordinator Pemerintah Pusat.