THEY ARE A COMEDY LEGEND INDONESIA
16.3.12
11.3.12
sixpack maksimal = hasil maksimal
Setelah Anda menyelesaikan latihan yang dirancang seorang personal trainer dari Houston, AS, Carter Hays, C.S.C.S. ini, bentuk sixpack perut Anda dijamin lebih maksimal. Rangkaian latihan ini akan meningkatkan kekuatan, stabilitas, dan ketahanan otot. Hasilnya, kemampuan otot-otot perut menjadi lebih maksimal dan bentuknya semakin menggairahkan wanita. Lakukan 2-3 kali seminggu dan beristirahat di antara hari-hari latihan. Saat latihan, batasi masa istirahat tak lebih dari 20 detik untuk masing-masing setnya.
PEKAN 1
Lakukan 3 set Plank, kemudian 3 set Crunch dasar dengan 12 repetisi.
Lakukan 3 set Plank, kemudian 3 set Crunch dasar dengan 12 repetisi.
PEKAN 2
Lakukan 3 set Plank, kemudian lanjutkan dengan 3 set Band Crunch.
Lakukan 3 set Plank, kemudian lanjutkan dengan 3 set Band Crunch.
PEKAN 3
Lakukan 3 set Swiss-Ball Plank, kemudian lanjutkan dengan 3 set Band Crunch.
Lakukan 3 set Swiss-Ball Plank, kemudian lanjutkan dengan 3 set Band Crunch.
PEKAN 4
Lakukan 3 set Alternating Plank, kemudian lanjutkan dengan 3 set Scissor-Kick Crunch.
Lakukan 3 set Alternating Plank, kemudian lanjutkan dengan 3 set Scissor-Kick Crunch.
Mudah
PLANKBersiap dengan posisi push-up yang dimodifikasi-siku berada di bawah bahu dengan letak lengan bawah sejajar permukaan lantai. Pertahankan posisi bahu. Kemudian turunkan tubuh dengan otot-otot perut mengencang. Tahan posisi itu selama enam detik. Dan ulangi selama empat kali. Gerakan-gerakan itu terhitung satu set.
PLANKBersiap dengan posisi push-up yang dimodifikasi-siku berada di bawah bahu dengan letak lengan bawah sejajar permukaan lantai. Pertahankan posisi bahu. Kemudian turunkan tubuh dengan otot-otot perut mengencang. Tahan posisi itu selama enam detik. Dan ulangi selama empat kali. Gerakan-gerakan itu terhitung satu set.
Sedang
SWISS-BALL PLANK
Bersiap dengan posisi awal seperti plank, namun tempatkan lengan bawah di atas Swiss-Ball. Setelah menemukan keseimbangan posisi, naikkan salah satu kaki beberapa inchi di atas permukaan lantai, tahan selama enam detik. Letakkan kaki kembali ke posisi semula. Lakukan gerakan yang sama untuk kaki yang lain. Gerakan-gerakan itu terhitung dalam satu repetisi. Lakukan enam repetisi.
Sulit
ALTERNATING PLANK
Perlebar bukaan kaki dan tangan dari posisi push-up standar, kemudian majukan posisi kedua tangan beberapa inci di depan bahu. Angkat kaki kiri dan tangan kanan, tahan selama 10 detik. Kembali ke posisi semula, lakukan gerakan yang sama untuk kaki dan tangan lainnya. Gerakan-gerakan itu terhitung dalam satu set. Lakukan enam repetisi.
Kombinasi Jitu untuk Merampingkan Perut
SUDAH rajin aerobik tapi perut tak juga rata. Latihan crunch tak pemah lupa tapi perut sepertinya malah tambah besar. Apa yang salah?! Inilah salah kaprah yang sudah dilakukan terus-menerus dan riset ilmiah terbaru telah mengungkap hal-hal yang betul!
Jika koleksi celana Anda menjadi sempit bahkan makin sulit dikancingkan, apa yang akan Anda lakukan? Seperti kebanyakan perempuan lain, mungkin Anda segera melakukan diet ketat, sit-up setiap hari, dan rajin senam aerobik atau jogging. Apakah cara itu dapat berhasil? Bisa jadi! Tapi sering kali yang terjadi adalah bobot Anda turun beberapa saat untuk kemudian naik lagi. Dengan kata lain, cara ini hanya menawarkan sukses sesaat.
Bahkan, yang lebih ’parah’, perut Anda tetap saja buncit! Mengapa demikian? Sudah olahraga, kok, tetap buncit? Perut buncit bisa dibilang merupakan masalah hampir semua orang, pria wanita, tua maupun muda. Bedanya, orang sering menganggap perut buncit para pria sebagai simbol kemakmuran walau sebenarnya risiko terkena penyakit jantung justru jauh lebih besar. Bagi wanita, hal ini sama sekali tidak berlaku. Jadi Jangan heran bila banyak wanita yang merasa ini adalah masalah besar, terutama bila sudah menyangkut soal pemilihan busana.
Intinya, perut buncit benar-benar merusak penampilan! Untuk melangsingkan perut, umumnya orang melakukan diet, melatih otot perut, atau melakukan olahraga aerobik seperti jogging, bersepeda atau jalan kaki. Cara-cara ini tak sepenuhnya salah. Sayangnya semua metode tersebut tidak akan efektif Jika dilakukan sendiri-sendiri.
Hanya melakukan diet memang dapat menurunkan berat badan. Tetapi tubuh Anda akan menjadi kendur karena terlalu cepat kehilangan otot dan lemak. Selain itu, diet sebenarnya malah meningkatkan nafsu makan, memperlambat metabolisme, dan memperbanyak hilangnya otot yang berisiko memicu berat badan naik lagi.
Cara lainnya yaitu latihan otot perut ,seperti crunch, berfungsi mengembangkan otot perut, tetapi tidak untuk mengurangi lemak perut. Bisa jadi ukuran lingkar pinggang Anda malah bertambah setelah rajin crunch.
Hal itu karena otot perut bertambah besar tapi lemak perut tetap menumpuk. Penurunan berat badan dapat dipercepat dengan latihan aerobik. Namun anehnya, tetap saja banyak keluhan dari mereka yang rajin aerobik. Memang badannya menjadi lebih langsing, tapi kenapa perut tetap menonjol? Ya, itu karena seringkali yang berkurang adalah lemak di wajah, paha, dan lengan, bukan lemak di daerah perut. Kenyataannya lemak perut memang sulit dihilangkan.
Ini dia hasil riset terbaru!
Sebenarnya diet, latihan perut maupun aerobik, semuanya berperan penting dalam pembentukan perut yang ramping dan kencang. Kalau akhirnya cara itu tidak membawa hasil yang maksimal, itu karena masih banyak orang yang menerapkannya satu demi satu. Padahal, kunci sukses perampingan perut adalah...kombinasi!
Sebenarnya diet, latihan perut maupun aerobik, semuanya berperan penting dalam pembentukan perut yang ramping dan kencang. Kalau akhirnya cara itu tidak membawa hasil yang maksimal, itu karena masih banyak orang yang menerapkannya satu demi satu. Padahal, kunci sukses perampingan perut adalah...kombinasi!
9.3.12
Diet Food Combining
Apakah itu Food Combining?
Namun pada prisnsipnya diet berteori kalau sekelompok makanan tertentu membutuhkan waktu cerna yang berbeda. Tubuh akan mencerna makanan dengan lebih baik bila kita mengkonsumsi makanan yang memiliki waktu cerna yang sama. Protein, umpamanya, memiliki waktu cerna yang panjang, sedangkan karbohidrat pendek. Karena itu keduanya tidak boleh dimakan berbarengan. Sebaliknya, protein dapat dikonsumsi bersamaan dengan sayur-sayuran hijau. Penurunan berat badan yang baik dianggap berkaitan erat dengan pencernaan yang baik. Mengkonsumsi makanan dengan cara yang salah akan membuatnya busuk dan tidak dapat dicerna dengan baik, sehingga menyebabkan terjadinya timbunan lemak. Jadi bila Anda tahu kapan waktu makan yang tepat serta berhasil menghindari makanan tertentu dikonsumsi pada saat yang bersamaan, otomatis pencernaan Anda bekerja lebih baik, dan bobot Anda pun akan turun dengan sendirinya. Yang dijanjikan Anda tak perlu menghitung-hitung kalori atau mengurangi porsi makan untuk menurunkan berat badan. Cukup dengan mengetahui kapan harus makan dan bagaimana kombinasi makanannya. Dengan begitu, tubuh akan secara alami mencapai dan mempertahankan berat badan ideal. Dengan banyak makan banyak sayur dan buah, Anda akan terhindar dari sembelit, tubuh pun jadi lebih bugar dan jauh dari penyakit. Kekurangan - Pakemnya tidak mudah untuk diikuti. Anda pun harus melakukan perubahan pola makan yang cukup drastis untuk menjalankan diet ini. Walaupun memang cukup banyak orang sukses menurunkan berat badan dengan cara diet ini. - Selain sangat rendah kalori, dalam jangka panjang diet ini bisa menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, terutama vitamin D, B2, kalsium, dan zat besi. Agar berhasil untuk Anda - Untuk mengimbangi perubahan pola makan Anda yang cukup dramatis, Anda dapat memilih kombinasi makananan yang Anda sukai, Hitung-hitung menyenangkan hati supaya acara diet tidak terlalu menjadi beban. - Tambahkan suplemen untuk menyiasati kekurangan vitamin dan mineral. |
menghitung berat badan ideal
Banyak sekali manfaat menjaga berat badan ideal sepanjang hidup Anda. Secara kasat mata. berat badan ideal sudah tentu membuat penampilan Anda jauh lebih menarik. Tapi yang juga penting, berat badan ideal mengurangi risiko Anda terkena penyakit, Ya, kelebihan berat memang lebih mudah 'mengundang' berbagai macam penyakit seperti gangguan pemapasan, jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes, stroke serta gangguan hormonal. Menentukan ideal (dan tentu saja sehat) atau tidaknya tubuh Anda, tak cukup hanya dengan berdiri di depan cermin. Ada cara yang labih akurat untuk mengetahui apakah tubuh Anda ideal atau tidak, yaitu dengan:
| 1. | Menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus: IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2 Contoh : BB = 50 kg, TB = 160 cm IMT = 50/(160/100)2 = 50/2,56 = 19,53 Klasifikasi nilai IMT :
| ||||||||||||||||||
| 2. | Ukur lingkar pinggang Batas lingkar pinggang normal: Wanita : < 80 cm Pria : < 90 cm Lingkar pinggang yang berlebihan, terutama pada kaum pria, berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung dan kardiovaskuler. |
Pentingnya Menghitung Denyut Nadi
Anda suka berolahraga dan rutin melakukannya? Bagus! Itu berarti Anda sudah menentukan pilihan tepat untuk menjaga kebugaran. Tetapi, apakah Anda selalu mengukur deyut nadi selama ini? Kalau belum lebih baik Anda menjadikannya sebuah kebiasaan mulai sekarang. Karena menurut dr. Ade Tobing, SpKO dari Bagian llmu Kedokteran olahraga FKUI-RSCM, mengetahui denyut nadi merupakan dasar untuk melakukan latihan fisik yang benar dan terukur. "Dari denyut nadi, dapat diketahui intensitas atau seberapa keras seseorang melakukan latihan. Atau seberapa keras jantungnya bekerja."
Secara umum, yang perlu Anda perhatikan dalam olahraga adalah frekuensi dan intensitas. Frekuensi adalah berapa kali seminggu seseorang melakukan olahraga. Sedangkan intensitas dilihat dari denyut nadi. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengukur denyut nadi. Salah satu metode yang di-anggap efektif untuk menentukan denyut nadi adalah Formula Karvonen. Menurut metode ini, denyut nadi dapat diukur melalui pem-buluh arteri radialis yang ada di pergelangan tangan atau pembuluh arteri carotis yang ada di leher. Tetapi, yang umum digunakan adalah melalui pergelangan tangan. Pertama-tama yang perlu Anda ketahui adalah denyut nadi normal Anda. Hasilnya dapat diperoleh dengan menghitung denyut nadi saat bangun pagi, sebelum melakukan aktivitas apapun. Hasil ini juga sering disebut denyut nadi istirahat (resting heart rate). Agar diperoleh hasil yang akurat, Sebaiknya pengukuran dilakukan tiga hari berturut-turut. Kemudian, ambil rata-ratanya. "Kalau denyutnya di atas 100, berarti ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin Anda sedang demam, sakit tenggorokan, akan haid, atau ada masalah lain." Sebelum berolahraga, Anda Sebaiknya juga mengukur denyut nadi. Bila di atas 100, Sebaiknya Anda tidak berolahraga dulu. Kemudian, di tengah latihan inti, diukur lagi. Kalau melebihi zone latihan (li-hat boks), Sebaiknya Anda mengurangi intensitas latihan. Misalnya, mengurangi kecepatan lari. "Sedangkan bila denyutnya di bawah zone latihan, berarti latihan yang Anda lakukan sia-sia. Anda cuma dapat capeknya." Namun, pengukuran saat latihan ini hanya dapat dilakukan pada olahraga Cara Menghitung 1. Tempel dan tekankan (Jangan terlalu keras) tiga jari (telunjuk, tengah, manis) salah satu tangan pada pergelangan tagan yang lain. Temukan denyut nadi anda. Setelah itu, barulah Anda mulai menghitung. 2, Hitunglah denyut nadi Selama 15 detik. Kemudian, hasilnya dikalikan 4. Angka-angka Itu- Denyut nadi normal: 60 - 100/menit - Denyut nadi maksimal: 220 - umur - Zone latihan (training zone; yaitu tingkat intensitas dimana Anda bisa berolahraga): 70% - 85% dari denyut nadi maksimal Yang Mudah & Sulit DiuKur Olahraga tipe 1 : tidak memerlukan ke-trampilan khusus dan denyut nadi mudah diukur Misalnya: jogging, lari, bersepeda Olahraga tipe 2 : memerlukan ke-trampilan dan denyut nadi sulit diukur Misalnya: senam aerobik, berenang Olahraga tipe 3 : olahraga permainan dan denyut nadi sangat sulit diukur. misalnya: tenis, basket, bulutangkis tipe 1, seperti jogging atau lari. Setelah latihan, kembali denyut nadi diukur. Kalau sudah kembali ke denyut normal, berarti Anda sudah boleh mandi. Pengukuran denyut nadi ini dapat disetarakan dengan talk-test. Caranya mudah. Selama Anda berjalan atau berlari, cobalah berbicara ke rekan-rekan Anda, Kalau terengah-engah, berarti Anda sudah melewati zone latihan Anda. Kurangi intensitasnya. Jadi, jelas, bukan, betapa pentingnya pengukuran denyut nadi? Tujuannya apalagi kalau bukan untuk mengoptimalkan latihan Anda. |
5.3.12
Sprain Ankle
Sprain ankle adalah
kondisi terjadinya penguluran dan kerobekan pada ligamentum lateral compleks.
Hal ini disebabkan oleh adanya gaya inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba
saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai/ tanah, dimana umumnya terjad pada
permukaan lantai/ tanah yang tidak rata. Sprain ankle memiliki derajat sprain sesuai tingkat kerusakannya. Derajat I sprain ankle umumnya terjadi penguluran pada ligamentum talofibular
anterior sehingga pasien mengalami nyeri yang ringan dan sedikit bengkak.
Sedangkan derajat II dan III sprain
ankle, kerobekan parsial dan komplet telah terjadi pada ligamentum lateral
compleks ankle (ligamentum talofibular anterior, ligamentum calcaneofibular,
ligamentum calcaneocuboideum, ligamentum talocalcaneus dan ligamentum talofibular
posterior). Pada derajat II dan III, pasien mengalami nyeri hebat (aktualitas
tinggi), bengkak dan penurunan fungsi ankle (gangguan berjalan), sehingga
umumnya pasien langsung berobat ke dokter/ fisioterapi untuk mendapatkan
terapi. Terapi PRICE sering digunakan pada tahap akut sprain ankle, yang kemudian diikuti dengan program exercise untuk
memperkuat stabilitas sendi ankle.
Pada umumnya, penderita khususnya
olahragawan yang mengalami sprain ankle
derajat I tidak begitu memperhatikan kondisi yang dialaminya karena hanya
merasa nyeri ringan dan sedikit bengkak sehingga tidak dibawa ke dokter/
fisioterapi. Karena kondisinya tidak diperhatikan, mereka tetap melakukan
aktivitas olahraga sehingga dapat terjadi penguluran yang berulang pada
ligamentum talofibular anterior. Penguluran yang berulang-ulang akan
menimbulkan nyeri yang meningkat pada sisi lateral ankle, biasanya bersifat
intermittent atau kadang-kadang konstan, dan cenderung meningkat jika
melakukan aktivitas olahraga. Kondisi ini menjadi kronik sprain ankle.
Pada kronik sprain ankle, akan terjadi kerusakan struktur jaringan. Seperti pada
ligamentum akan terjadi kerobekan, yang dapat merangsang serabut saraf afferen
bermyelin tipis (serabut saraf A delta dan tipe C). Impuls tersebut dibawa ke ganglia
akar saraf dorsalis dan merangsang produksi “P” substance yang memicu
terjadinya reaksi radang. Kemudian impuls tersebut dibawa ke cornu dorsalis
medula spinalis dan dikirim ke level SSP yang lebih tinggi melalui
traktus spinothalamicus. Pada level SSP yang lebih tinggi (cortex sensorik,
hipothalamus & limbik system) impuls tersebut mengalami proses interaksi
yang kemungkinan menghasilkan suatu perasaan subyektif yang dikenal dengan
persepsi nyeri. Otot juga ikut terulur lalu akan menjadi spasme, timbul abnormal crosslink yang dapat mengganggu system
metabolisme dan menimbulkan nyeri. Pada pembuluh darah akan terjadi haemorhage
dan dilatasi yang dapat meningkatkan perlepasan zat-zat iritan yang akan
meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga akan menimbulkan nyeri.
Sedangkan pada ujung-ujung saraf pada jaringan yang mengalami kerusakan
akan mengeluarkan zat-zat iritan berupa prostaglandin, bradikinin dan histamine
yang akan merangsang saraf afferent A delta dan C yang dapat meningkatkan sensitivitas
nocisensorik sehingga timbul nyeri. Penderita biasanya menghentikan aktivitas
olahraganya karena nyeri yang meningkat. Dengan demikian, problematik utama
pada kronik sprain ankle adalah
peningkatan intensitas nyeri yang bisa menyebabkan gangguan gerak dan fungsi
ankle.
Pemeriksaan yang mengarah riwayat
penyakit sebelumnya dan tes-tes spesifik pada sprain ankle. Pemilihan intervensi yang tepat sesuai dengan
aktualitas dan stadium penyakit, kedalaman jaringan, dan patologi jaringan
sangat diperlukan.
Pemilihan Ultrasound sebagai
modalitas utama pada kondisi kronik sprain ankle
adalah tepat karena efek mekanik dan terapeutik yang dihasilkan oleh
Ultrasound. Ultrasound merupakan modalitas fisioterapi yang menghasilkan
gelombang suara dengan frekeunsi antara 1 – 3 MHz. Ultrasound dapat
menghasilkan efek mekanik, termal dan microtissue damage. Adanya efek mekanik
dan ultrasound menghasilkan panas dijaringan sehingga terjadi peningkatan metabolisme
dan sirkulasi darah. Disamping itu, efek mekanik yang continue dapat
menghasilkan microtissue damage didalam jaringan sehingga memicu terjadinya
reaksi radang baru secara fisiologis yang akhirnya terjadi proses penyembuhan
jaringan.
Elastic bandage merupakan salah
satu stabilisasi pasif yang digunakan pada penderita dengan gangguan pada sendi
ankle. Pemakaian Elastic bandage telah diketahui manfaatnya untuk mencegah
terjadinya cidera dan juga untuk menjaga stabilitas sendi ankle, karena dengan pemakaian
elastic bandage tersebut maka ankle tersangga dengan baik sehingga
gerakan-gerakan yang diinginkan atau gerakan-gerakan ekstrim dapat dihindari.
Keluhan nyeri yang terjadi pada kondisi sprain ankle dapat dikurangi denga pemakaian Elastic bandage, hal
ini disebabkan karena Elastic bandage akan menjaga stabilitas sendi ankle
sehingga iritasi yang berulang-ulang akan dapat dicegah pada saat melakukan
gerakan pada sendi ankle. Elastic bandage juga berfungsi sebagai support dimana
otot-otot terfiksir dengan merata sehingga memungkinkan pemblokiran gangguan
metabolik pada saat peregangan jaringan.
Selain itu, Elastic Bandage juga
berperan dalam modulasi nyeri pada level sentral yang melibatkan sistim limbic
sebagai pusat emosional. Hal ini dapat terjadi karena dengan pemakaian elastic
bandage pada penderita sprain
ankle, secara psikologis dapat mempengaruhi emosional penderita, dimana penderita
sudah merasa aman dengan menggunakan elastic bandage sehingga penderita dapat
melakukan aktifitas kembali tanpa merasa takut, dan keadaan ini secara temporer
dapat memblokade impuls nyeri dikornu posterior medulla spinalis. Dengan adanya
fiksasi atau stabilisasi pasif memungkinkan untuk diberikan latihan stabilisasi
ankle.
Latihan
stabilisasi ankle dilakukan dengan kontraksi otot statik (isometrik). Karena
ini akan meberikan suatu reaksi tidak terjadi perubahan panjang dari otot,
tonus otot meningkat. Penerapan latihan stabilisasi dapat membantu melindungi
serta memperbaiki problem yang muncul akibat instabilitas atau nyeri yang
diakibatkan oleh kelemahan. Nyeri dan ketidakmampuan akan bertambah dengan
munculnya kelemahan otot. Otot-otot ini merupakan komponen yang penting dalam
membantu menstabilisir persendian, sedang kelemahan otot-otot dapat
mengakibatkan semakin parahnya cidera. Dengan latihan stabilisasi akan
terjadi penguatan otot-otot sehingga dapat membantu serta memperbaiki problem
yang muncul akibat instabilitas atau nyeri yang diakibatkan oleh kelemahan. Akibat dari
latihan stabilisasi, maka otot-otot stabilisator aktif pada ankle dapat
memperbaiki kekuatan, ukuran serta mencegah peradangan. Pengaruh dari latihan
stabilisasi juga akan meningkatkan peredaran darah pada persendian dan nutrisi
tulang disamping karena memperbaiki kekuatan dan fungsi resiko terluka atau
cidera kronik pada persendian. Latihan stabilisasi juga memperbaiki system
peredaran darah oleh adanya pumping sehingga mengatasi terjadinya pembengkakan
yang dapat mengganggu gerak dan fungsi sendi dan mampu mengurangi nyeri pada
level sensorik. Dengan berkurangnya nyeri akan menimbulkan peningkatan
kemampuan menyangga beban tubuh sehingga meningkatkan kemampuan fungsional.
Langganan:
Postingan (Atom)




